Ramai Konten Joget Mahasiswa KKN Unpad di Indramayu, Hilmi Hilmansyah Tantang Buat Program Nyata untuk Desa
INDRAMAYU - PANTURA HEADLINES
Dunia media sosial belakangan ini ramai dipenuhi konten mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Padjadjaran (Unpad) yang tengah mengabdi di sejumlah desa di Kabupaten Indramayu Jawa Barat. Para KKN yang semestinya menampilkan program kerja nyata, namun sebaliknya mereka sebagian besar membuat konten yang viral yang berisi joget-joget khas TikTok dan Instagram, yang ditampilkan para mahasiswa KKN pada Kamis 15 Januari 2026.
Fenomena ini menuai kritikan membangun dari Pemuda Penggerak Desa Kabupaten Indramayu Hilmi Hilmansyah, yang juga sebagai Owner Urban Creative Hub. Hilmi menilai KKN seharusnya menjadi ruang aktualisasi gagasan dan solusi bagi desa, bukan sekadar ajang hiburan di media sosial.
“Joget itu sah-sah saja, tapi jangan sampai mengalahkan esensi KKN. Desa butuh ide, butuh program, dan butuh dampak nyata untuk masyarakatnya. Bukan joget joget yang ga jelas, ,” ujar Hilmi.
Sebagai respons, Hilmi melontarkan tantangan terbuka bagi mahasiswa KKN Unpad yang sedang bertugas di Indramayu. Tantangan ini mengajak mahasiswa untuk membuat program kerja terbaik dan aplikatif bagi desa, lalu menuangkannya dalam bentuk poster kreatif.
Poster tersebut wajib dipublikasikan di akun TikTok atau Instagram masing-masing peserta, kemudian men-tag akun Hilmi Hilmansyah. Poster yang dinilai paling menarik, realistis, dan berdampak akan dipilih untuk melaju ke tahap berikutnya.
"Silakan mereka berkarya sesuai tugas pokok dan fungsinya sebagai mahasiswa KKN. Jika ada yang bagus hasil karyanya akan kami beri hadiah," ujarnya
Hilmi berharap mahasiswa KKN dapat lebih fokus pada kontribusi nyata bagi masyarakat desa. Menurutnya, kehadiran mahasiswa di desa harus membawa perubahan positif, baik dalam bidang pendidikan, ekonomi kreatif, maupun pemberdayaan masyarakat.
Fenomena ini menjadi perbincangan hangat di Indramayu. Banyak masyarakat yang mendukung tantangan Hilmi agar mahasiswa KKN tidak hanya viral di media sosial, tetapi juga meninggalkan jejak nyata yang bermanfaat bagi desa. (JUJUN/PH)
