Aisyah Maulidah, Siswa SDN 2 Jatibarang Baru Raih Juara 1 Lomba Tari Kreasi Nusantara Piala Kadisdukbud Indramayu
INDRAMAYU - PANTURA HEADLINES
Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh dunia pendidikan dasar di Kabupaten Indramayu. Aisyah Maulidah, siswi SDN 2 Jatibarang Baru, berhasil meraih Juara 1 Lomba Tari Kreasi Nusantara dalam ajang bergengsi memperebutkan Piala Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdukbud) Kabupaten Indramayu.
Lomba yang digelar selama dua hari, pada Jumat 16 hingga Sabtu 17 Januari 2026, ini diikuti oleh ratusan peserta dari jenjang SD, SMP, hingga SMA/SMK negeri dan swasta se-Kabupaten Indramayu.
Aisyah murid dari Guru Tari Sekar Rahayu yang juga guru Mata Pelajaran Seni dan Budaya SMA Negeri 1 Sliyeg tampil memukau dengan membawakan tarian kreasi bertema budaya lokal yang memadukan unsur tradisional dan modern. Judul Tari Jaipong Bagendit mampu dibawakan Aisyah dengan gerakan yang luwes, ekspresi yang kuat, serta kostum yang mencerminkan kekayaan budaya Nusantara membuat penampilannya mencuri perhatian Dewan Juri Nasional yakni A. Rizal, Tri Novita, Evi Ahadiatun Aeni dari Bidang Seni dan Budaya Disdikbud Indramayu dan penonton.
Kepala SDN 2 Jatibarang Baru yang disampaikan Wali Kelas III Heryanti menyampaikan rasa bangga atas pencapaian siswanya Aisyah Maulidah yang berhasil merebut juara pada lomba Tari Kreasi Nusantara Piala Kadisdikbud tingkat Kabupaten Indramayu.
Menurut Heryanti, prestasi Aisyah diajang seni tari ini tidak hanya membawa nama baik dirinya, namun menurut Yanti keberhasilan Aisyah mendapat juara juga mampu memba a nama baik sekolah.
"Prestasi ini menjadi motivasi bagi siswa lain untuk terus mengembangkan bakat seni dan budaya. Kami akan terus mendukung potensi anak-anak dalam berbagai bidang,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Indramayu H. Caridin, S. Pd.,M.Pd mengapresiasi antusiasme peserta dan kualitas penampilan yang semakin meningkat setiap tahunnya. Lomba ini menjadi bagian dari upaya pelestarian budaya sekaligus pengembangan karakter siswa melalui seni.
Kadis Caridin mengatakan, Lomba Tari Kreasi Nusantara ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana edukasi budaya bagi generasi muda. Dengan mengangkat kekayaan budaya lokal, kegiatan ini diharapkan mampu menumbuhkan rasa cinta tanah air dan kebanggaan terhadap warisan budaya Indonesia.
"Kami ucapkan selamat bagi peserta yang meraih juara, dan persiapkan diri untuk mengikuti Lomba Tari Kreasi di tingkat Nasional," ujarnya.
Ditempat yang sama Evi Ahadiatun Aeni salah satu Juri dari Bidang Seni dan Budaya Disdikbud Indramayu, mengatakan bahwa ajang ini merupakan bagian dari upaya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Indramayu dalam menggali dan mengembangkan potensi seni budaya di kalangan pelajar.
“Antusiasme peserta luar biasa. Kami mencatat ratusan peserta tampil dari berbagai jenjang pendidikan. Ini menunjukkan bahwa minat generasi muda terhadap seni tari masih sangat tinggi,” ujar Evi.
Ia juga menambahkan bahwa penilaian dilakukan secara objektif oleh dewan juri profesional yang menilai aspek teknik, kreativitas, ekspresi, dan kesesuaian tema.
“Kami berharap lomba ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga ruang edukasi dan pelestarian budaya Nusantara,” tambahnya.
Dengan suksesnya penyelenggaraan tahun ini, panitia berencana menjadikan Lomba Tari Kreasi Nusantara sebagai agenda tahunan yang lebih besar dan melibatkan lebih banyak sekolah dari berbagai kecamatan di Indramayu
Hal yang sama disampaikan A. Rizal yang juga merupakan Juri Lomba Tari Kreasi mengungkapkan bahwa penampilan Aisyah Maulidah sangat menonjol dari segi teknik, ekspresi, dan penguasaan panggung.
“Aisyah menunjukkan pemahaman yang kuat terhadap karakter tari yang dibawakannya. Gerakannya presisi, ekspresinya hidup, dan koreografinya sangat kreatif. Ini menunjukkan bahwa pembinaan seni di sekolah dasar sudah mulai membuahkan hasil,” kata A. Rizal dalam sambutan penutupnya.
Ia juga menambahkan bahwa lomba ini menjadi ruang penting untuk menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap budaya Nusantara. “Kami berharap kegiatan seperti ini terus berlanjut dan mendapat dukungan dari semua pihak, termasuk sekolah dan orang tua,” tambahnya. (JUJUN/PH)
